Author : Kanna
Fandom[s] : Kiryu
Genre[s] : romance, fluff ato angst yah, tak taulah XDD
Chapie[s] : one shoot
Pairing[s] : Kurosaki Mahiro x Isshiki Hiyori, Kujou Takemasa x Isshiki Hiyori,
PV Inspiration[s] : Wakare Biyori Wa Honoka Ni Somaru by Kiryu, Meikyo Shisui by Kiryu

Original Finished : 13 March 2011
Last Edited : 14 March 2011

A/N : my fisrt Kiryu ff enjoy ^^

===***===

Mahiro x Hiyori

===***===

Takemasa x Hiyori

===***===

“Mahiro Ouji !!!!!!”
“Hiyori Hime………………………”

Dengan segenap hatinya, Hime itu menenggelamkan tubuh kecilnya pada seseorang yang sangat ia cintai itu. Berusaha menuangkan perasaannya yang sudah lama ia timbun dalam-dalam dalam hatinya. Perlahan sang Ouji yang dicintainya itu membalas pelukannya.

“sudah…sudah jgn menangis………………”
“tapi aku sudah benar-benar berdosa. Aku telah lancang padamu Mahiro Ouji”

Mahiro membenamkan Hiyori dalam pelukannya. Membuat Hime itu tenang disisinya. Hime yang rapuh, Hime yang terlupakan. Hime yang tak dianggap sebagai Hime. Hime yang terbuang karena suatu adat yang konyol dengan memberikan tumpuan berat dipunggungnya. Padahal dia sangatlah rapuh, wajah manisnya pun meluntur semenjak ayahnya sengan tega mengirimnya dikota yang sama sekali tak ia kenali. Tetapi untungnlah sepasang tangan siap membantunya saat dia bertemu dengan Ouji di negri itu.

“tenanglah Hiyori Hime, sesuatu sesuatu yang tak kita sangka memang tidak selalu baik” Mahiro membelai lembut ramput pirang Hiyori.
“maafkan aku Mahiro Ouji, tetapi aku……………”

Tanpa perlu Hiyori jelaskan, Mahiro mengerti. Diapun mempunyai perasaan yang sama terhadap Hiyori. Ini dibuktikannya dengan didaratkannya sebuah kecupan hangat dibibirnya.

“perasaanmu…perasaan itu tumbuh padaku juga…namun Hime-ku takkan membiarkan itu terjadi. Dia takkan membiarkan in berlangsung lama”
“aku tau Mahiro Ouji, aku tau……”

Dibalik tirai bambu, sepasang mata menatap tajam menatap sinis pada mereka. Menunjukan betapa ia membenci hal yang terjadi pada Mahiro dan Hiyori. Istri Mahiro yang baru 6 bulan bersama. Namun pernikahan itu hanya membahagiaannya, hanya membahagiakan Hime Mahiro. Mahiro sendiri tak merasakan kebahagiaan itu karena hatinya hanya dan telah terpaut pada Hime yang ada dihadapannya. Hime yang terpuruk oleh suatu tradisinya.

===***===

Saat ini. Saat yang tidak tepat. Benar-benar tak tepat. Disaat Hiyori memantapkan hati, memantapkan hati untuk melupakan Mahiro selamanya. Terjadi sesuatu.

“maafkan kami Hiyori Hime kami benar-benar menyesal”
“siapa ??? siapa yang melakukan ini ?? jawab aku !! siapa Junji ??!!!”
“maafkan kami, pembunuh itu menyembunyikan wajahnya. Dan kami tak mengetahui siapa dia, Hiyori Hime. Maafkan kami. Kami benar-benar ingin membandtu tetapi apa daya, kekuatannya lebih besar dari pada kami”

Hiyori sontak menjatuhkan lututnya dihadapan Mahiro. Memeluknya erat tanpa peduli genangan darah dari luka menganga Mahiro memercaki yutaka manis yang dikenakannya. Sekalipun darah itu mengenai wajahnya, tak apa. Asalkan kecupan terakhir dari lelaki yang dicintainya itu didapatkannya. Menunjukan betapa ia sangat mencintai Ouji itu.

“sayonara, Mahiro Ouji………………”

===***===

Waktu berlalu, tak terasa daun momiji mulai berjatuhan kembali. 4 musim sudah Hiyori lalui sejak kematian Mahiro yang benar-benar misterius. Kini Hiyori kembali menunggu dibawah pohon sakura yang mulai berguguran. Bukan menunggu Mahiro seperti biasa, meski sering kali dia berharap bukanlah Takemasa yang memeluk punggungnya saat Hiyori lama menunggu.

“lama menunggu, Hime ???” Takemasa memeluk Hiyori dari belakang dan membelai pipinya.

“tidak juga, Takemasa Ouji. Hanya beberapa momiji sudah kukumpulkan” Hiyori menunjukan beberapa helai daun momiji yang jatuh ditelapak tangannya.

Takemasa meraih jemarinya dan menciumnya lembut. Menunjukan betapa ia mencintai Hiyori dr lubuk hatinya, tak peduli Hiyori masih dalam pengasingan. Namun tidak pada Hiyori, jiwanya terobati namun tidak dengan hatinya. Hatinya yang terkadang merindukan Mahiro disisinya.

Hatinya berteriak “Mahiro Ouji, aku sangat merindukanmu. Maafkan aku, tetapi Takemasa yang telah menjagaku saat kau tak ada. Aku tak sanggup menjawab tidak saat Takemasa memberikan yubiwa padaku”

“Hime, ingat saat aku memelukmu seperti ini ??”
“kau sering melakukannya, Takemasa Ouji. Mana mungkin aku melupakannya” dan yang sebenarnya melakukan itu adalah Mahiro yang selalu memeluknya saat bertemu. Terdapat gurat sendu saat Hiyori mengatakan itu, Takemasa menangkap gurat itu dan melepas pelukannya. Menatap mata Hiyori dalam.

“katakan. Apa Mahiro masih ada difikiranmu ???”
“sulit. Itu sulit untuk kulakukan Takemasa Ouji”
“lakukan, kumohon”

Takemasa membelai lembut pipinya. Merasuk kedalam tatapannya saat mereka bertatap muka.

“aku mencintaimu, Hiyori. Kumohon……………”

Hiyori terdiam. Perasaannya bercampur aduk saat berfikir seperti itu. dia ingin mencoba menerima Takemasa, tetapi Mahiro masih tersimpan kuat dalam hatinya. Seandainya waktu itu ia tetap bersama Mahiro, seandainya saat itu dia tak melakukan apapun bersama Mahiro, Himenya takkan membayar pesuruh untuk membunuh suaminya untuk menjauhinya.

Hiyori sebenarnya tau. Tetapi siapa yang akan menghiraukan Hime yang menyedihkan seperti dirinya. Hime Mahiro yang telah membunuh Mahiro sendiri.

===***===

Kembali matanya terarah pada Hiyori dan Takemasa disampingnya. Semakin membencinya dengan melihat Hiyori berbahagia. Dia membenci Hiyori yang berbahagia. Sejak awal. Sejak Hiyori datang, sejak Mahiro mulai mengabaikannya.

===***===

Tetesan darah memercik kembali saat Hime itu menarik pisaunya. Hiyori menatap sendu pada seseorang yang ada dihadapannya. Dia tak percaya, namun dia harus mempercayainya. Hime Mahiro yang tampak dari luar adalah seorang wanita cantik yang lembut bisa memegang pisau tajam dengan lumuran darah.

“kau, Hiyori………..aku tak suka melihatmu bahagia !!! aku lebih tak suka kau berbahagia dari pada bersama suamiku !!”
“aku…aku tak bermaksud………”
“kau tak bermaksud ??? kau tak bermaksud ??!!! jika kau mencintai Mahiro pergi saja keneraka bersamanya sana !!!!!!!!”
“lebih baik begitu, Hime. Daripada kau yang tak pernah mencintai Mahiro, lebih baik aku menjaga Mahiro disana !!”
“aku mencintai Mahiro !! makadari itu aku menikah dengannya !!”
“kau tak pernah mencintainya. Kau menkah dengannya karena kauingin mempunyai status. Aku tau. Aku mengetahuinya !! Mahiro katakan padaku jika kau tak pernah ada untuknya, makadari itu aku bersedia menemaninya !!”
“kau !!! Isshiki Hiyori !!!!!!! meski Hime dari negri tetangga, takkan kubiarkan kau bahagia !!!!”
“kau juga yang telah membunuh Takemasa dan Junji !! jangan kau fikir aku tak tau. Mereka kedua orang ya aku sayangi, mengapa kau jadikan lampiasan juga ?!”
“karena membuatmu bahagia !! aku sudah bilang, aku tak suka melihatmu bahagia. Apalagi dikelilingi oleh orang yang kau sayangi !!”
“bunuh. Bunuh aku Hime……aku ingin bertemu mereka. Aku tak ingin menyaksikanmu membunuh orang yang aku sayangi lagi……”

Sesuai yang dikatakan Hiyori, Hime Mahiro melayangkan pisaunya tepat dijantung Hiyori. Seketika itu juga nafasnya terputus, detak jantungnya menghilang. Dan seketika itu juga Mahiro akan datang menjemputnya.

===***===

Jembatan yang sering ia lalui masih tak berubah. Tanaman sungainya yang masih tumbuh, bunga teratai yang merekah indah mengeluarkan aroma khas yang dapat membuat tenang orang sekitar.

Hiyori memutar payung yang dibawanya. Payung pink yang biasa ia bawa saat menunggu Mahiro bertemu dengannya. Pandangannya memudar pada pohon sakura yang memekar. Menumbuhkan bunya-bunga pinknya yang manis untuk diperhatikan. Tak lama, payung yang dipegang Hiyori lepas dari raihannya.

Dia merasakan kedua sisi tubuhnya hangat oleh sesuatu. Sepasang tangan yang melingkar mengitari tubuhnya. Membuatnya selalu merasa nyaman akan sentuhannya itu. kain ungu didapatinya membungkus tangan yang mengitari tubuhnya itu.

Mahiro selalu memeluknya saat bertemu. Seperti sekarang saat dia memeluk Hiyori dengan cinta. Begitu merindukan Hiyori. Senyum Hiyori, lembut sentuhan tangannya yang kecil, pipinya yang merekah merah. Selalu manis.

Tetapi bukan sepenuhnya itu yang dirindukan Mahiro. Ketabahan dan kesetiaan Hiyori yang membuatnya terus mencintai Hiyori hingga kini. Hingga mereka tak lagi bertapak didunia. Disurga kini mereka mendapatkan saat cinta abadi diantara mereka bersemi. Bersemi seperti bunga sakura yang kini bermekar dengan manisnya.

END

Ket : Hime=putri/istri, Ouji=pangeran, yubiwa=cincin

About jkfanfiction

we live in anywhere termasuk di got (maksud lo?)

2 responses »

  1. Mayumi25 mengatakan:

    Ih Hiyori kejem bgt segala dibunuh T___T
    Kata-katanya bgus bgt mak fufufufu
    Fluff bgt hehe
    Pgn Pair Shou x Tora nih makk wkwkwk xD #digampar xD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s