Author : Kanna

Fandom[s] : Malice Mizer (Gackt era)

Pairing[s] : Gackt x Kami, Klaha x Mana, Közi x Yu~ki (lewat doangk)

Chapie[s] : one shoot

Original Finished : 5 January 2011

Last Edited : 16 January 2011

A/N : kali ini pengen bikin yang cute dan ringan !!! o(>w<)o antara Gackt dan Kami (HYDE : *nangis darah*) tenang mami takkan tergantikan. Demam GacktKami telah meracuni otaq ku, nie gara2 adiqku yang bener2 fujoushi *turunan ka2nya juga sich XDD* ngasih liat ff pairing GacktKami. Kalo dipikir2 lucu juga ya, bikin lagi XDDD

Reita+Tora : *nengok cepet* apa yang bikin lg ?? bikin anak ??? ayoooo”

Kanna : *slepat ReiTo pake sandal jepit* “ngerezzz” XDDDD

Douzoo~~~~~~

Lagi-lagi hari yang tidak disukai Gackt. Tak ada yang bisa diajak berbicara dengannya. Berulang kali Gackt mengganti-ganti tangannya untuk menyanggah dagunya. Mana, sepupunya pasti sedang sibuk dengan PR nya, Közi pasti sedang bersama Yu~Ki. Pacaran. Sedangkan dia, tak ada satupun yang bisa dikerjakan.

Gackt : “huft…………bosan……………” Gackt menengok keluar jendela, kali saja ada yang bisa membuatnya tersenyum atau mungkin tertawa. Gackt menengok Kannan kiri, tak ada sesuatu yang asik. Saat hampir kembali pada ranjangnnya, Gackt melihat seseorang dengan rambut yang panjang, lurus serta berwarna coklat kemerahan yang indah menanam bunga kacapiring dihalaman didepan rumahnya sendiri. Gackt yakin dia orang baru, karena rumah disebelahnya itu memang kosong. Gackt melihat orang itu tanpa berkedip, cantik yang alami. Sebuah senyum mengembang dibibirnya.

Gackt : “waahh………hari ini juga dia cantik……………orang tuanya ngidam apa ya ???”

Mana : *datang tiba-tiba* “siapa yang cantik ???”

Gackt : “hwaaa !!!!!!! Mana !!!!!!!!!!”

Mana : “jangan menganggapku seperti setan begitu. Jawab pertanyaanku”

Gackt : “ya- yang mana ???”

Mana : “bodoh, siapa yang cantik ???” *menepuk kepala Gackt dengan tas yang dibawanya*

Gackt : “k- kamu kok. Kamu yang cantik”

Mana : “bohong, kau tak mungkin mengatakan itu padaku. Kau itu jaim padaku”

Gackt : “benar……yang kumaksud itu kamu……” dengan gugup Gackt menutup gorden jendelanya, tapi Mana cepat menghentikan tangannya dan melihat siapa.

Mana : “wah…kau benar, dia cantik. Tapi aku lebih cantik, itu yang diucapkan Klaha padaku”

Gackt : “sudahlah, sana sana, bersiap-siap. Nanti pacarmu itu menjemputmu”

Mana : “bodoh, hari ini Klaha tidak akan datang karena disekolahnya dia mengikuti ekstrakulikuler menyanyi”

Gackt : “masa bodoh”

Mana terdiam dan kembali melihat Gackt yang kembali menatap orang itu dengan senyuman yang tak pudar dari bibirnya. Yang Mana khawatirkan adalah masalah kejiwaan Gackt yang sepertinya memprihatinkan jika dibiarkan terus-menerus.

Mana : “mau aku perkenalkan ???”

Gackt : “aaa………tidak perlu”

Mana : “baiklah !!!” Mana menyelonong keluar kamar Gackt dan pergi mengunjungi orang yang cantik tersebut, Gackt berusaha menghentikan Mana namun tidak sempat, meski Mana memakai gaun yang panjang namun Mana lebih gesit dari Gackt dan berhasil mengunjungi orang yang cantik tersebut. Dengan cepat Gackt kembali bersembunyi ditembok terasnya.

(Kanna : begooookk !!! ma wadam aja kalah !!!

Gackt + Mana *kirim beribu-ribu ton duren dan pasukan tentara kodok* XDDD)

Mana : “selamat siang” Mana segera menyapa orang itu. Seorang itu terlihat terkejut sekaligus senang dengan sapaan Mana yang terlalu mengejutkan.

???? : “selamat siang” *meletakkan tumpukan bibit bunga kacapiringnya.

Mana : “kamu baru pindahkan ??? perkenalkan namaku Mana, aku tinggal disebelahmu”

Kami : “salam kenal Mana, aku Kami. Suaramu……tapi kamu cantik sekali………”

Mana : “haha…begitulah aku, kau juga. Itu benar, sepupuku bilang kau cantik, dan bahkan melupakanku”

Kami : “sudahlah jangan begitu, hei Mana mau kamu bertamu kerumahku ??”

Mana : “aku akan sangat senang, aku juga akan membawa sepupuku itu”

Gackt yang masih bersembunyi hanya bisa berharap agar Mana tak mengatakannya, tapi takdir berkata lain, Mana sudah mengatakkannya. Gacktpun menepuk jidatnya keras akan kepolosan Mana.

Tak lama berbincang-bincang, Mana kembali menemui Gackt yang meratap di dinding terasnya.

Mana : “hei, kita diundangnya untuk berkunjung”

Gackt : “mati aku”

Mana : “mati ??? siapa yang mati ??”
Gackt : “akuu !!! aku bakal mati akan malu nanti”

Mana : “tenang saja, kau takkan mati. Aku temani”

Gackt : “kau tidak bisa dipercaya”

Mana : “tentu saja bisa. Akukan sepupumu”

Gackt : “terserah saja”

===***===

Keesokan harinya, sesuai janji Mana dia akan berkunjung kerumah Kami dengan membawa Gackt bersamanya. Awalnya Gackt tak mau ikut dengannya namun dengan usaha Mana, akhirnya Gackt berhasil Mana seret.

Gackt : “aku terlihat buruk”

Mana : “tidak kau terlihat keren”

Gackt : “aku ini tak seperti kau yang bebas memakai apapun”

Mana : “sudahlah, apa peduli penampilan sih. Kelihatannya Kami memang orang yang menerima orang lain apa adanya”

Gackt : “tapi…………tapi lihat dirimu sendiri” *menunjuk Mana yang berdiri didaun pintu*

Mana : “memangnya kenapa ???”

Gackt : “bahkan menurutku kau terlihat keren dengan pakaian simple seperti itu”

Mana : “aku memakai apa yang ada, kau juga ayo kita pergi. Kami pasti menunggu”

Mana menyeret Gackt keluar dari rumah dan pergi kerumah Kami dengan Mana yang menekan bel rumahnya.

Mana : “ayolah Gackt bersikaplah tenang”

Gackt : “bagaimana bisa aku tenang ???”

Kami membuka pintu dan menyambut tamunya.

Kami : “wah, Mana sudah datang rupanya. Ayo masuk”

Mana : “permisi”

Gackt : “p –permisi”

Didalam rumah, Mana dengan santai berbicara dengan Kami yang membiarkan Gackt terlantar.

Mana : “oh, ya aku hampir lupa. Ini Gackt, sepupuku”

Kami : “aku Kami”

Gackt : “G- Gackt”

Kami : “sepertinya keluarga kalian ini keluarga putri ya ?? kalian berdua ini sama cantiknya”

Mana : “tapi sepertinya dia tak pantas disebut cantik, tampan kan lebih cocok”

Kami : “ya, sepertinya begitu”

Wajah Gackt langsung memerah dalam sekejap. Orang yang ia suka menyebutnya tampan. Seperti melayang rasanya XDDD. Kami yang terus-terusan melihat Gackt yang gugup, memandang heran kepada Gackt. Dia sedikit memandang Mana dan memberinya tatapan ‘dia pemalu ???’ dan Mana juga menjawab dengan tatapan ‘tidak, dia memang begini jika melihat orang yang disukanya sedekat ini’ Kami terhenyak. Saat pertama kali dia datang kemari juga dia sudah tergila-gila pada Gackt yang tak sadar dia perhatikan saat Gackt tengah menghisap rokoknya diteras rumah Gackt.

Kamipun beranjak mendekati Gackt dan meraih tangannya. Gackt yang merasakan tangannya diraih oleh Kami, langsung memerah wajahnya dan meatap Kami cepat.

Kami : “aku suka bunga kacapiring, kau ???”

Gackt : “ak…aku…mawar………”

Kami : “wah sama seperti Mana-chan donk”

Gackt : “i- iya”

Mana : “kalau begitu, Kami. Aku akan pulang aku ada janji lain. Silahkan saja berbicara dengan Gackt. Jyaa”

Kami : “jyaa !!!”

Gackt : “M- Mana !!!”

Mana memberinya tatapan ‘tak perlu khawatir, jika ada jalan cepat katakan padanya’ setelah itu mengedipkan satu matanya pada Gackt dan pergi keluar. Gackt hanya menundukan kepalanya malu. Bagaimana tak malu, dia ditinggalkan berdua oleh orang yang sudah disukainya sejak pertama. Ini membuatnya gugup. Kami kembali menoleh pada Gackt dan menatap matanya. Gackt semakin tertunuk.

Kami : “hei, Gackt kamu ini benar-benar pemalu ya ???”

Gackt : “i- iya…………………”

Kami : “apa yang kullihat waktu itu memang bukan kamu ???”

Gackt : “kapan ???”

Kami : “saat aku pulang sekolah, aku melihatmu mengganggu teman-teman perempuanmu saat disekolah”

Gackt : “i- itu sebenarnya memang aku”

Kami : “tapi kamu bilang kamu ini pemalu ??”

Gackt : “k- karena aku berhadapan denganmu sekarang”

Kami menatap Gackt aneh. Hanya menatapnya saja membuat nya malu ???. Kami tersenyum kecil. Manis.

Kami : “hei, Gackt. Kau tau arti bunga kacapiring sebenarnya ???”

Gackt : “memangnya apa ???”

Kami : “kacapiring. Gardenia. Aku pernah mendengar temanku menyanyikan lagu itu. Aku langsung termenung dengan lirik-lirik yang dinyanyikannya. Aku langsung berfikir jika gardenia itu sebuah ungkapan tulus yang berada dari hati kepada seseorang. Aku merasa bahagia karena gardenia itu. Aku merasa seseorang menyayangiku saat aku sendiri melihat gardenia. Bagaikan seseoran yang selalu melihatku saat pagi hari saat aku menyiram gardenia. Makanya aku menyukai gardenia, aku bahkan menanamnya didepan rumah”

Gackt : “jadi kau fikir gardenia itu bunga cinta ???”

Kami : “ya, begitulah makanya…………………………” Kami keluar dari ruang tamunya dan beranjak ke tamannya. Gackt sedikt tak mengerti dengan kelakuan Kami itu. Tak lama Kami kembali keruang tamunya dan menghampiri Gackt yang terkaku dengan kedatangannya.

Kami : “makanya aku ingin kau memiliki ini” Kami menyerahkan seikat bunga kacapiring yang ditanamnya. Tersusun rapi dalam kertas putih silver yang diikat dengan pita ungu tua. Gackt termenung, ini pernyataan cinta ???”

Gackt : “Kami……ini………………………………………”

Kami : “ya, aku menyukaimu saat pertama melihatmu. Sebenarnya aku sudah melihatmu saat disekolah itu. Makanya aku meminta orang tuaku agar membeli runah yang dekat denganmu”

Gackt : “jadi, kamu……………………………………………” lagi-lagi wajah Gackt memerah. Hingga kepiting rebuspun sepertinya kalah.

Kami : “ya, kamu tak keberatan jika kutitipkan gardenia ini padamu ???” Gackt mengambil seikat bunga kacapiring itu dari tangan Kami dan menatapnya lekat. Sebuah senyum akhirnya mengembang dibibirnya. Kami kembali menatap Gackt lekat. Memerhatikan ekspresi Gackt dari dekat.

Kami : “Gackt ???? kau tidak apa-apakan ???” Gackt mengalihkan pandangannya dari bunga kacapiring itu dan menatap Kami. Ditatapnya riak matanya yang coklat indah itu. Kami tak karuan dan merasakan wajahnya memanas karena darahnya langsung naik kewajahnya. Mukanya memerah dengan tatapan Gackt yang hangat itu. Perlahan Gackt mendekatkan wajahnya dan meraih bibir kecil Kami lembut. Kami sedikit terkejut, namun akhirnya membalas sentuhan lembut Gackt.

Diarah sebaliknya, tepatnya diluar jendela, Mana masih mengintip mereka dari jendela. Senyumnya mengembang lucu saat mereka berciuman. Tiba-tiba seseorang mengagetkannya dari belakang.

Mana : “Klaha !!!!”

Klaha : “Mana, apa yang kamu lakukan disini ??? mengintip ???”

Mana : “ssttt………pelankan suaramu. Aku berhasil membantu Gackt”

Klaha : “membantu Gackt ??? memangnya Gackt kenapa ???”

Mana : “dia menyukai seseorang pemilik rumah ini, dan aku berhasil menyatukan mereka. Lihat !!” Mana menujuk kecil kearah jendela memberi petunjuk Klaha agar melihatnya. Klaha melihat itu. Matanya terbelajak saat melihat Gackt dan Kami berciuman.

Mana : “bagaimana ??? aku hebatkan ??”

Klaha : “ya, kau hebat”

Mana : “hei mengapa semurung itu ??? kau irikan ?? makanya, berguru padaku”

Klaha : “aku bukan iri karena itu, tapi aku iri dengan mereka yang mendapatkan itu” Klaha berbalik pada Mana dan meraih kedua lengan Mana.

Mana : “mendapatkan apa ???” Mana menatap Klaha bingung. Klaha menghela nafas, Mana memang terlalu polos. Diraihnya bibir Mana dan sentuhannya. Sedikit terkejut, tapi Mana membalas Klaha dan memberikannya sentuhannya.

END ~~~~~~~~~~~

A/N : sori kalo kurang puas, soalnya saya ngebet banget pengen buat ff GacktKami o(>,<)o ya saya ambil aja kejadian-kejadian yang biasa ada. Udah gitu susah pula nyari-nyari ff GakcktKami pake bahasa indo dan sejenisnya. Tapi jika ada yang suka alhamndulilah aja \(VoV)/ ya allooh…yang suka dikasih pahala amiin XDD

About jkfanfiction

we live in anywhere termasuk di got (maksud lo?)

2 responses »

  1. Levian mengatakan:

    wakakakakakaka….. ….. …
    oh-ya.. ne ..jkfanfiction-san ..,kog ga’ ada yang cerita tentang festival lomba olahraga maraton,lompat tinggi,dsb gitu.. pasti seru tuh kalo’ mereka yang keren-keren and ganteng bergabung menjadi satu, harus rela membuang harga diri mereka demi mendapat sebuah piala kemenangan..^ ^ …hihi..

    • jkfanfiction mengatakan:

      haha…..iya iya, sbenernya udh ad penpic-nya, cmn blm menangguhkan hati untuk postnya XDD. abis mandegh beberpa bulan gara2 ujian T^T *hallah curcol* XDD
      okeh, karna sayah baik *namun sadis XD* gw ksh bocoran😄. critanya nanti bakal keak Benteng Takeshi, trus fandomnya mix😄
      okeh, thx yah udh baca ^^//

      -Kanna-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s