Author: Junichi Mayumi

Main Cast: Seohyun SNSD – Kyuhyun SJ

Other Cast: Kibum SJ, Yuri SNSD,Jessica SNSD,Hyoyeon SNSD,Yoona SNSD

Genre: Fantasi,Horor,Romance

Leght: Chaptered

Seohyun and Kyuhyun

AN:: This is story geje,Seokyu couple mendominasi hoho xD. Bergenre Fantasi,ini ff Fantasi plus horor ku yang pertama. Kalau jelek mian lah.. hehe *cengengesan*

Summary: – Kyuhyun jatuh cinta dengan roh Seohyun yang belum sepenuhnya meninggal?-

-**-

Disinilah aku,ditempat baru ini. Aku mengedarkan pandanganku ke sebuah rumah tua dengan disain klasik bercat merah,rumah ini yang 5 bulan kedepan akan aku tinggali bersama partnerku Kibum. “jadi ini? Kenapa seram ya?”Kibum sibuk membolak-balik kertas yang berisikan alamat rumah yang akan kami tinggali,aku menghela nafas dan segera mengangkat koperku.

“ayo!”seruku pada Kibum,aku melangkahkan kakiku pada tangga menuju teras rumah itu,masih kokoh tapi daun berserakan dimana-mana. “apa Leeteuk hyung tak salah menyuruh kita tinggal disini? Hanya untuk beberapa projek lukisan?”tanya Kibum padaku,aku mengangkat bahu tidak tahu. Perlahan aku menyentuh pintu tua yang terbuat dari Kayu jati dengan ukiran unik,”tempat ini tidak buruk juga”pikirku,

Aku membuka pintu dan terdengar sebuah suara decitan dari pintu tua ini,isi ruangan tamu didalam rumah ini serba berbalut warna coklat dengan disain kotak-kotak yang membuatnya unik,dan mataku terpaku pada sebuah lukisan wanita yang menggunakan gaun putih dengan senyuman indah diwajahnya. Aku segera mendekat dan tersenyum,”Seohyun ya!”ucapku ketika mendapati dipojok kiri lukisan itu terdapat sebuah nama dengan tinta merah.

“hey,apa yang sedang kau lihat! Kemasi barang-barangmu!”perintah Kibum yang sedari tadi sibuk sendiri. Entah kenapa mataku tidak bisa berhenti fokus pada lukisan didepanku ini,”Ya! Cho Kyuhyun”pekiknya,aku pun berhenti memandangi lukisan itu dan segera menuju kamarku yang berada dilantai dua.

“disini kita hanya tinggal berdua?”tanyaku,”ne,siapa lagi yang mau menemani kita ditempat seseram ini,bahkan Ryeowook pun tak mau!”desahnya frustasi sambil sesekali menatap seram rumah tua ini,aku mengangguk mengerti dan berjalan menuju kamarku yang bersebelahan dengan kamar Kibum.

Aku mulai berkeliling rumah ini yang cukup luas,aku terpaksa harus berjalan sendiri karena Kibum yang enggan menemaniku dia malah mencari objek lukisan diluar rumah,tapi aku yakin kalau dirumah yang berdisain klasik ini menyimpan sebuah keindahan. Pertama aku menyusuri lantai dua dulu,terdapat perpustakaan,ruang keluarga yang besar dan beberapa kamar.

“disini sangat indah”pikirku ketika aku sampai dibalkon lantai dua,aku bisa melihat beberapa rumah yang berdisain sama dengan rumah ini,tapi sayang jaraknya sangat jauh. Aku kembali kedalam dan turun kelantai satu,aku kembali keruang tamu rumah ini. Dan lagi-lagi pandanganku tak bisa beralih dari Lukisan seorang wanita yang bernama Seohyun itu,”apa dia masih hidup?”tanyaku dalam hati.

Kakiku mulai beralih keruang musik dan mendapati seorang wanita tengah memainkan sebuah piano dengan mahirnya,aku mendekat kearahnya. Bahkan dia sama sekali tidak terusik akan kehadiranku,aku bisa melihat wajahnya jelas. Dia… dia seperti yang ada didalam lukisan,”m… nona,apa kau Seohyun? Benarkan namamu Seohyun?”tanyaku,dia berhenti memainkan pianonya dan mulai menatapku. Wajahnya cantik,dengan pipi chubby,bibir merah cheery dan wajahnya sedikit pucat. Tapi itu tidak mengurangi kecantikannya.

“ne..”hanya itu jawaban darinya,aku semakin penasaran akan wanita ini. “kau tinggal disini? Tapi Bos ku bilang disini tidak ada yang menempati”aku menyenderkan tanganku diatas Piano itu. “aku memang tinggal disini”jawabnya singkat. “baiklah,Cho Kyuhyun Imnida,mohon bantuannya”aku membungkukan badanku dan tersenyum.

“Seo joo hyun imnida”dia hanya menganggukkan kepalanya tanpa tersenyum sedikitpun,aku yakin kalau dia tersenyum dia pasti sangat cantik. Seohyun melanjutkan permainan pianonya, aku melirik kearah jam dinding berwarna emas kecoklatan yang tertempel didinding yang berwarna krem. “apa? Sudah jam 8 malam?”pekikku tak percaya,padahal barusan ketika aku berkeliling masih jam 4,kulirik arlojiku. “hm.. sama”

“kau kenapa?”tanya Seohyun padaku,akhirnya aku mendengar suaranya lagi. “aku tidak apa-apa,tenang saja nona”ucapku. Tiba-tiba terfikir olehku untuk menjadikannya objek lukisanku. “nona,bolehkah aku memintamu untuk menjadi objek lukisanku?”tawarku,dia melirik kearahku dan hanya mengangguk.

“gomawo,disini tempat yan paling indah dimana?”tanyaku,dia bangkit dari atas kursi pianonya dan menarik tanganku,tangannya dingin. Aku menggemggam erat tangannya,dan terus mengikuti langkahnya.

“disini..”Seohyun menunjuk kesebuah taman dibelakang rumah ini,memang disini sangat indah. Aku mengerjap kagum melihat tempat ini. Taman dengan air mancur berbahan batu marmer dengan ukiran khasnya,lampu taman yang tidak terlalu terang. Dan juga beberapa bunga mawar merah tumbuh disana,juga beberapa pohon. Udaranya pun sejuk,aku melihat sebuah meja dan kursi taman. Seohyun menarikku kesana,”duduklah..”perintahnya. “nona disini benar-benar indah”pujiku,dia mengangguk.

“sebentar ya,aku mengambil alat-alat lukisanku”aku berdiri dan stengah berlari menuju kamarku. “hey,kau dari mana? Aku mencarimu! Ayo makan!”suara Kibum mengagetkanku,aku garuk-garuk kepala. Perutku sudah mulai lapar,dan juga aku tak ingin kehilangan inspirasiku hilang begitu saja.

“ayo makan ditaman belakang saja”putusku. “taman belakang?”heran Kibum,”ne,dibelakang ada taman”aku mencoba meyakinkannya. “ya,sudah deh ayo”sebelum aku pergi ketaman itu,aku mengambil beberapa alat melukisku.

“ini dia..”ucapku bangga,ekspresi Kibum pun sama denganku saat pertama datang kesini. Bahkan suasana tengah malam disini sangat indah,”aiigoo.. aku meninggalakan seohyun sendirian!”pekikku heboh,Kibum menoleh kearahku dan mengernyitkan dahinya. “Seohyun?”tanyanya. “dia gadis yang tinggal disini juga”Kibum menatapku heran. “bukannya bos bilang disini kita hanya tinggal berdua”ucapnya.

“terserah kalau kau tak percaya”ucapku dan menarik tangannya menuju tempat terakhir aku meninggalkan Seohyun sendiri. “mana? Gak ada”ujarnya,aku mengernyitkan dahiku bingung,kemana dia? Mungkin dia pergi karena kelamaan aku tinggal. Akhirnya aku dan Kibum duduk lalu mulai menyantap makan malam kami, “kau tadi kemana?”tanyaku,”aku hanya berkeliling dan kebetulan aku bertemu dengan tetangga baru Yuri namanya”ucap Kibum sambil tersenyum.

“kau menyukainya?”tanyaku,pipi chubby~nya memerah. “ayo,kita memulai melukis taman ini saja,mungkin kedepannya kita menemukan hal-hal yang baru!”ucapku semangat.

-**-

“kenapa ada seorang gadis?”gumamku heran ketika aku melihat hasil lukisanku ditaman,aku terus menatap dan mempertajam penglihatanku. “ini,Seohyun?”tanyaku,aku menyimpan lukisanku kemudian aku berjalan keluar kamarku dan menuju keruang tamu.

“Seohyun?”panggilku ketika mendapati dia sedang duduk manis menggunakan gaun yang berbeda dari saat aku bertemu dengannya. “kenap kau disini? Jam 2 pagi lagi”tanyaku padanya,tak ada respon. Perlahan dia tersenyum kearahku,senyumannya terlihat seperti senyuman luka. “siapa gadis ini sebenarnya?”gumamku. aku berjalan mendekati dia dan duduk disampingnya,”kau kenapa?”tanyaku lagi sambil meraba keningnya yang dingin.

Seohyun memegang tanganku dan meletakan tanganku dipahaku. “aku tidak apa-apa”jawabnya datar,”apa kau yakin?”tanyaku. dia mengangguk,”jadi kau tinggal sendiri disini?”tanyaku memulai percakapan. Seohyun mengangguk,”tinggal dengan siapa?”

“aku tinggal sendiri..”jawabnya,dia hanya menjawab secukupnya saja. Aku semakin penasaran akan wanita ini,”kau tidak tinggal dengan keluargamu? Dimana mereka?”wajah Seohyun semakin memucat,dan bibirnya bergetar. “maaf,aku tidak bermaksud seperti itu..,maafkan aku”aku memegang tangannya yang dingin. Apa dia sakit? Tapi tidak mungkin,”ayo,aku antar kekamarmu”ajakku,dia mengangguk dan berdiri. Sebelum berdiri dia menoleh kearah lukisannya dan tersenyum getir.

“ada apa dengan lukisan itu?”aku melirik bingung kearahnya,kemudian dia meneteskan air matanya. Aku semakin bingung,”ya sudahlah… ayo”ajakku,dia menunjukanku dimana arah kamarnya. Hingga kami berhenti disebuah kamar dengan pintu berwana Orange,aku membuka pintunya dan menuntun Seohyun menuju ranjangnya.

“kau tidur ya,mimpi indah”aku menutupi tubuhnya dengan selimut tebal. Dia menutup matanya,aku terus memandangi wajahnya. “gadis ini aneh,unik dan juga misterius”gumamku kemudian pergi dari kamarnya. Aku bersandar pada pintu kamarnya,”dia itu…”

“kau sedang apa disana?”tanya seseorang mengagetkanku. “siapa kau?”tanyaku sedikit ngeri,pakaiannya seperti orang normal,namun tatapannya tajam. “aku,aku pelayan nona seohyun”ucapnya sambil melotot kearahku. Rumah ini benar-benar aneh,aku membungkukan badanku sebagai permintaan maaf dan pergi.

==**==

Matahari menerobos masuk melalui celah jendela kamarku,aku bangun dan menyingkap gorden putih bermotif itu. Aku masih mengingat-ngingat kejadian aneh yang aku alami kemarin.

Tok..tok..

“Kyu,turun!”teriak Kibum dari balik pintuku. “ne”jawabku dan segera keluar pintu. Aku melihat Kibum sudah rapih mau kemana dia? “mau kemana?”tanyaku,”kebawah”jawabnya singkat dan berjalan kearah ruang makan. Tidak biasanya Kibum seperti ini? Kalau ditanya biasanya dia terus nyrocos. Disana sudah tersedia dua gelas susu putih dan 2 piring pancake,”loh,kenapa gak tiga Bum?”tanyaku,dia tak menjawab dan duduk. Aku mengangkat bahu,dan mulai meneguk susuku. “mau kemana?”tanyaku.

“ketoilet..”jawabnya dan pergi. Aku mulai menyuap sesendok pancake,”Kyuhyun… rajin sekali kau menyiapkan ini semua untukku!”teriak seseorang,aku menoleh. “Kibum?”pekikku tak percaya,dia tersenyum polos. Itu Kibum? Kalau dia Kibum yang asli lalu yang tadi… tidak! Tidak mungkin!!

“kau kenapa sih?”tanya Kibum yang sudah siap menjajal sarapan. “tadi kau kesini,bajumu sama pula”ucapku,dia memandangku ngeri. “hah? Aku kan baru selesai mandi”terangnya. Aku menggeleng-gelengkan kepalaku,dan membuang pikiran negatif.

“oh,sudahlah.. mungkin aku kecapean”tukasku,Kibum mengangguk mengerti dan mulai meminum susunya. “oh iya,nanti Jessica,Hyoyeon dan Yoona bakalan kesini. Kangen kali sama kamu..”ujarnya sambil tertawa. “mau apa mereka?”tanyaku tak suka. “entahlah,lihat saja”ucap Kibum sambil tertawa jahil. “aku tidak bisa membayangkan apa yang akan mereka lakukan”ucapku sambil menghabiskan sarapanku.

“Seohyun itu siapa?”pikirku,aku menyilangkan kedua tanganku didadaku. Kulirik lagi lukisannya,”wajahnya,matanya,dan senyumannya….”aku tersenyum melihat lukisan itu,tiba-tiba seseorang menutup mataku,”Seohyun!!”pekikku. “aish… oppa,ini aku Jessica”aku membalikan badanku dan melihat Jessica tengah menekuk mukanya. “mau apa kau?”tanyaku dengan muka datar. “oppa ku merindukanmu tau!!”ucapnya dan memelukku. “aish.. lepas ah!”aku menghempaskan kedua tangannya.

“oppa!”pekiknya tak terima,”mana yang lain?”tanyaku,”kami disini!!”teriak Yoona dan Hyoyeon. “kenapa kalian kesini?”tanyaku,mereka berdua mengernyitkan keningnya. “kenapa? Tidak suka oppa?”tanyanya. aku menggeleng,aku hanya tidak suka kalau Jessica kesini juga. “yasudah,tak apa-apa lah”ucapku.

“oppa,rumah ini bagus,tapi menyeramkan”ujar Yoona,aku menatapnya bingung. Menyeramkan bagaimana? “bulu kudukku berdiri oppa”tambah Hyoyeon. Terserah deh,”kalian menginap? ”tanyaku pada mereka,dan dijawab dengan anggukan.

==**==

“kyuhyun…”panggil seseorang,aku menoleh keasal suara itu,tapi tak ada siapa-siapa. Aku tau,ini bukanlah suara Jessica,Yoona,ataupun Hyoyeon bahkan Kibum. Biasanya mereka bertiga akan memanggilku dengan sebutan oppa. Aku menenteng tas yang berisikan perlengkapan melukisku dan membawanya keluar. “Kyuhyun….”terdengar lagi suara itu,”sepertinya ini suara Seohyun deh..”pikirku.

Karena penasaran aku melangkahkan kakiku keruang musik dilantai satu,aku tersenyum melihat Seohyun yang tengah memainkan Pianonya. Aku menyimpan alat-alat melukisku,”Seohyun,aku ingin melukismu boleh?”tanyaku. dia mengangguk diiringi dengan senyuman manisnya.

Tak lama kemudian lukisanku sudah jadi,aku tersenyum puas. “kau sangat cantik”gumamku dalam hati. “jeongmal? gomawo”ucapnya dan berjalan kearahku. Tunggu dulu,dia bisa membaca pikiranku? Aish.. wanita ini benar-benar misterius,”Lukisanmu bagus”pujinya.

“tentu saja,karena kau yang menjadi objek lukisanku”ucapku,dia tiba-tiba tersenyum getir. “Seohyun? Apa kau baik-baik saja?”tanyaku,dia mengangguk. “OPPA!! Oppa….”aku dapat mendengar Jessica dari tadi memanggilku. Aish… mau apa sih dia,”Seohyun kau..”kemana dia? Tadi barusan dia disini. “aku disisimu..”bisiknya,ketika aku menoleh Seohyun tetap tidak ada.

“Oppa,kau disini rupanya?”Jessica masuk dan dengan seenaknya dia memelukku. “lepaskan aku!”ucapku risih,dia melihat tajam kearah lukisanku. “oppa,siapa dia?”tanyanya,”Seohyun”jawabku datar. “Seohyun? Siapa dia oppa?”tanyanya lagi. “dia juga tinggal disini”terangku. “tapi aku tidak pernah melihatnya”kata Jessica mulai takut dan memeluk lenganku.

“hey,… lepaskan”aku menghempaskan tangannya,dia merengut kesal.  “oppa kenapa kau tadi berbicara sendiri?”tanyanya. bicara sendiri? Apa maksudnya? Jelas-jelas aku sedang berbicara dengan Seohyun. “sudah.. kau tidak mengeri!”pekikku dan keluar.

Aku kembali keruang tamu dan melihat Seohyun lagi,dan lagi-lagi dia tersenyum kearahku. Sesekali pandangannya menuju kearah Lukisannya. “apa arti tatapannya?”gumamku. “aku butuh bantuanmu…”ucapnya dengan suara lemah. Aku menatapnya bingung,”membantu apa?”tanyaku. raut wajahnya 100% berubah suram. “Kyuhyun! Kau sedang berbicara dengan siapa?”aku menoleh kearah sumber suara itu.

“aku? Dengan Seohyun lah…”aku membalikan badanku dan menatap Seohyun yang jelas-jelas berdiri didepanku. “kau,kau tidak gila kan?”tanya Kibum,aku mnggeleng. Wajah Kibum ketakutan,”kau kenapa sih?”heranku,dia tak menjawab dan langsung ngacir begitu saja. “Kyu…”panggil Seohyun dan mendkat kearahku. “ne?”tanyaku, “siapa orang yang kau benci?”tanyanya dan tiba-tiba dia menyandarkan kepalanya didadaku yang mulai berdegup kencang.

“Jessica..”entah kenapa nama itu yang keluar dari mulutku. “Seohyun,kau kenapa?”aku mengelus lembut rambutnya. Dia tak menjawab dan sepertinya dia memejamkan matanya.

“AAAAAAAKKKKKKKKKKHHHHHHH!!!!!!!”terdengar sebuah teriakan dari arah kamar Jessica,aku langsung tersadar,aku melepaskan Seohyun dan berlari kearah kamar yang Jessica tempati. Kenapa dia menempati kamar Seohyun? Aku membuka pintunya dan melihat Jessica yang memegang gunting ditangannya dan tangannya berdarah. “Jessica?!”pekikku,dia tersenyum seram,matanya melotot dan wajahnya pucat.

“apa yang kau lakukan?”tanyaku ketika dia mengiris-iris wajahnya dengan pisau kecil,darah segar mengalir dari wajahnya. “eonni!!”teriak Yoona dan Hyoyeon yang baru saja datang,aku mencoba mendekat kearahnya,tapi kakiku seperti ada yang menahan. Yoona dan Hyoyeon pun melangkah mendekati Jessica. “eonni.. cukup!”tangis Yoona meledak,ketika Jessica tengah menggunting bibirnya sendiri.

“EONNI!”teriak mereka berdua,tak lama Kibum datang. “Kyuhyun ada apa ini? Kenapa kau diam saja?”tanya Kibum panik dan mendekat kearah Jessica yang semakin kesetanan. “JANGAN MENDEKAT!”teriak Jessica dengan suara lantangnya. Kibum,Yoona dan Hyoyeon pun kaget,darah terus mengalir dari wajahnya,Yoona dan Hyoyeon menatapnya ngeri. “Kyu! Kau bilang kau membenciku kan?”tanya Jessica kearahku,bagaimana dia bisa tau? Aku tidak pernah mengatakan langsung padanya.

Jessica menyayat tangannya dengan pisau kecilnya,dan dia menancapkan gunting tepat dijantungnya. Tubuhnya seketika ambruk, “EONNI!!!!!”teriak Yoona dan Hyoyeon,”Kyu,ayo bantu Jessica”Kibum menarik tubuhku yang melemas. “eonni… hiks..hiks..”Yoona dan Hyoyeon menangis sejadi-jadinya. Dengan sigap aku dan Kibum memapah tubuh Jessica dan membawanya kerumah sakit.

“apa yang terjadi tadi?”tanya Kibum,aku masih shock. Lidahku kelu,”dia… aku,ketika aku sedang berbicara dengan Seohyun,Jessica tiba-tiba saja berteriak!”Kibum mengernyitkan keningnya. “apa ini ada hubungannya dengan Seohyun? Siapa dia Kyu?”tanya Kibum sambil mengguncang-guncangkan ubuhku yang lemas.

“dia… aku tidak tau”jawabku,Kibum memegang kepalanya yang pusing dan menjambak rambutnya. “aku bisa gila..”desahnya,”kau tenangkan saja Yoona dan Hyoyeon dulu. Dan suruh mereka pulang besok”perintah Kibum.

“oppa,gwaenchanayo?”tanya seorang yeoja yang baru saja datang dan menghampiri Kibum. “ne,aku baik-baik saja”jawab Kibum pada yeoja itu. “dia siapa?”tanyaku,”Kwon Yu Ri imnida”ucapnya memperkenalkan diri. “Cho Kyuhyun imnida”balasku. Baru saja aku tinggal dirumah itu dua hari sekarang beberapa kejadian aneh sudah menyertaiku,

“Kyuhyun…”bisik Seohyun,aku mulai sadar dan segera mencari keberadaan Seohyun, tidak ada. Mungkin hanya ilusinasiku saja,”kyuhyun…”panggilnya lagi,sekarang aku dapat melihatnya yang tengah duduk dikursi tunggu rumah sakit. Aku berjalan kearahnya,”Seohyun,apa yang kau lakukan padda Jessica?”tanyaku dengan suara lembut,entah kenapa aku tidak bisa marah padanya.

Dia membelai wajahku dengan tangan mungilnya,”kau jangan takut”bisiknya,”Kyuhyun,kau kenapa lagi?”Kibum mengagetkanku. Aku menoleh kearahnya,”aku sedang berbicara pada Seohyun”jawabku,”mana kyu? Dia tidak ada! Berhenti bersikap bodoh seperti itu!”teriaknya. “aku tidak mengada-ada”ucapku dengan nada membentak.

Kibum menatapku bingung,dia mengangkat bahunya dan pergi kearah Yoona,Yuri dan Hyoyeon yang menatap seram kearahku. “Kyuhyun…”Seohyun menarik tanganku dan menyuruhku duduk. “kau harus menolongku..”ucapnya. “apa yang harus aku lakukan?”

TBC

Readers…. gimana epep ini? Gejekah? Serem gak sih? Kayaknya enggak hohoh Xd *amatiran*. Semoga readers yang cantik-cantik dan cakep-cakep ini suka. Hohoh… gomawo untuk baca dan jangan lupa komen!!!!!!

About jkfanfiction

we live in anywhere termasuk di got (maksud lo?)

9 responses »

  1. seokykyu mengatakan:

    wuuuuuaaaaahhh…
    Sereeeeemm..
    Kok kesan nya seo jd arwah gentayangan jahat gt..
    Gak relaaaaa..
    Mau nya sbnrnya seo tuh masi idup, dia koma di rmh skt, trus roh nya keluar dr dlm tubuhnya utk mencari org yg bisa bantu dia..
    Mgkn aja dia ditabrak lari ato yg laen..
    Jgn jahat seo..
    Mudah2an ending nya seokyu bahagia..
    Hehehehehe..
    Miaaaan..

  2. Sone mengatakan:

    chingu serem ceritanya ==”
    seohyun masih hidup ga?
    atau arrwahnya gak tenang?
    lanjut yah jgn lama2🙂 hehe

  3. galmaeggy mengatakan:

    ommmmmmmmmmoooooooooooooo what a beautiful story..
    lanjut lagi dunkkkk bagus tw

  4. fanyul.eye'spearl mengatakan:

    ii….koq ngeri ya critanya..
    pling sedih sma si sica…menyayat dirinya sendiri iiii….
    gak smpe hati byang kn

  5. fanyul.eye'spearl mengatakan:

    ii….koq ngeri ya critanya..
    pling sedih sma si sica…menyayat dirinya sendiri iiii….
    gak smpe hati byang kn,trus mna yg part dua nya?

  6. ifa mengatakan:

    cerita ny srem,apalagi bgn jesica ny
    !….
    ksh tau dong kt sandi yg part 2 ny !
    ini email q trianiramadani@yahoo.co.id

  7. Andi Shafa mengatakan:

    Serem banget atuch nuuna! Merindingk!haha aish sadis bangets tug

  8. theo lee mengatakan:

    wow..bru ktmu ne ff..
    Seo bt ak mrinding…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s