Fandom : exist+trace

 

Pairing : Mally x Jyou, Jyou x Miko, Miko x Naoto

 

Genre : sadistic, psychotic, yuri

 

Note : WARNING !!! full of blood and violence hehehehe……….eh biar Kana nulis fic Yuri, tp Kana gk Yuri lho….SUWWEEER ^^V *ucapan yg meraguka*

 

Original finished : 27 09 2010

Last edited : 29 09 2010

 

 

 

 

 

 

Mally POV’s

 

Aku berjalan pelan kearah wanita ramping yg sedang memasak di dapur ku. Aku memeluk pinggang ramping wanita tampan bercelemek itu.

 

“hari ini kau memasak apa ??” ujar ku berbisik di dekat telinga wanita ini.

“tunggulah di meja” wanita ini menjawab nya tanpa risih saat aku mulai menjilati telinga nya.

“kutunggu masakan mu” aku menurunkan lidah ku ke leher jenjang yg putih nya. Wanita itu melepas tangan ku dan menghadap ku. Sepasang mata sipit yg indah itu tak tertutup sehelai rambut nya yg merah dan bergaya mandarin, bibir pucat yg indah, kulit muka yg mulus. Sangat menarik. Sangat tampan.

 

“kau dan Randy pasti akan suka, Mally” wanita tampan itu meletakan telunjuk nya yg berlumuran cairan berwarnya merah ke mulut ku. Dengan perlahan aku mengulum nya.

“mmm…… memang aku suka, apa yg ada di telunjuk mu ini, Jyou ???” Jyou, si wanita tampan yg membuat ku tertarik itu membisikan sesuatu ke telinga ku.

“rebusan darah Miko”

“Miko ????????’

“ya…………”

“ku pikir kau mencintai nya”

“tidak saat aku menemukan nya bercinta dengan adik ku…………….”

“bagaimana dengan ku ?????”

“kau segala nya, Mally”

 

 

Jyou POV’s

 

Aku berjalan cepat menuju sebuah pintu yg ada dalam rumah itu. Menuju kamar salah wanita yg sangat aku cintai. Wanita yg sangat menarik. Wanita yg telah menggoreskan banyak luka yg sangat dalam di hati ku.

 

Dengan siapa kali ini dia bercinta ?? selalu begitu. Dengan wajah sendu dia menjelaskan padaku kalau itu bukan kemauan nya. Aku memaafkan nya. Tapi kali ini…………………………………………………………………………

 

Aku sudah lelah

 

 

BRAAAAKKKKKKKK !!!!!!!!!!!!!

 

Kudobrak pintu kamar itu. Mata ku reflek terbuka. Ingin rasanya aku menyingkir dari tontonan mengerikan ini. Tapi rasa nya ada lem super teroles di sepatu ku. Sekujur tubuh ku terasa kaku. Tak percaya.

 

“Jyou !!!!!!!!”

“kak Jyou !!!!!!!!!”

 

Mereka bangkit dari posisi. Membuat ku jijik melihat kelakuan mereka yg telah asik berpesta diatas ranjangnya.

 

“Jyou……… d…dengarkan aku……aku……”

“semua sudah jelas, Miko”

“kak Jyou………”

“Naoto, pakai pakaian mu dan pulang”

“kak Jyou dengarkan aku dulu…………”

“pulang !!!!!!!!!!!”

 

Naoto kalah. Ia menuruti kata-kata ku. Ia kembali memakai jeans dan jacketnya lengkap. Naoto pun pulang. Aku pun menyeret Miko yg sudah berpakaian lengkap ke suatu tempat malam itu.

 

“Jyou, kita akan kemana ??” aku tidak menjawab pertanyaan Miko. Aku terus menarik paksa lengan lembut Miko. Aku bisa merasakan lengannya yg bergetar yg ketakutan. Tapi aku sudah tidak peduli, sudah sekian kali dia menyayat hati ku dengan kelakuanya. Aku memaklumkan nya, karena Miko sangat cantik. Dia manis dan menarik. Pandai menarik perhatian orang lain. Termasuk aku.

 

Aku mendorong Miko ke tembok dan merapatkan nya dengan ku. Kutatap mata nya dalam-dalam.

 

“Jyou aku bisa jelaskan……”

“sudah… tak ada yg perlu dijelaskan… aku mengerti Miko…” kubisikan dengan mesra kata-kata itu di telinga nya. Membuat nya nyaman di dalam buaian ku. Kusentuh pipi Miko yg merona saat aku bisikan kata-kata itu di telinganya. Kusentuh juga bibir mungil Miko dengan jempol ku. Miko mulai rileks dan tersenyum nakal.

 

“kau menginginkannya malam ini ?????” aku tidak menjawab dan terus menatap nya dalam. Miko menarik dasi gantung dileher ku agar aku semakin mendekati nya. Perlahan kucium bibirnya. Miko membalasnya. Ciuman basah malam itu semakin basah saat Miko membuka dasi ku dan membuka kancing kemeja ku. Tapi aku tak mau berlama-lama seperti ini, baru satu terbuka, aku melepaskan bibirnya.

 

“Jyou ??????”

“Miko, sebelumnya aku ingin mengatakan sesuatu. Selama ini aku menjadi kekasih mu, selama itu pula aku merasakan luka……………………”

“sudah kubilang, aku tak mungkin memulai ny……………..”

 

 

CPPRRRAAAAATT !!!!!!!!!!!!!!!!

 

 

Aku dengan cepat melayangkan kampak yg tersembunyi di jas bagian belakangku yg ku selip kan di celana ku ke lengan kiri Miko. Mulut nya mengeluarkan darah. Ia membuka mata nya lebar-lebar. Seakan tak percaya apa yg kulakukan.

 

“AARRRRRGGHHHHHH !!!!!!!!!!!!!!!” Miko terjatuh duduk. Lutut nya membentur tanah dan tubuhnya terjatuh ke tanah. Lengan kiri nya telah terpisah dari tubuhnya. Darah bermuncratan keluar hingga ke jas dan celana kain ku. Miko menatap ku sendu. Aku takkan tertipu tatapan itu lagi. Ku tendang perutnya hingga terpental tembok gang buntu itu. Kulihat wajahnya yg kesakitan akan tendangan ku yg tepat mengenai perut nya.

 

Miko menyeret tubuhnya menempel tembok saat aku menoleh kearah nya lagi. Dia terus memegangi perutnya dengan tangan kanan nya yg hanya ada satu-satu nya di tubuh nya kini. Darah terus menetes ke baju dan tubuhnya begitu pun dengan air matanya yg terus mengalir.

 

Aku mulai melangkah mendekati Miko yg bergetar ketakutan. Tangan kiri ku setia dengan kampak bergagang merah yg terkena darah Miko.

 

“kau mungkin tak akan pernah merasakan sakit yg kurasa, tapi karena aku mencintai mu, aku takkan membiarkan berbuat buruk lebih banyak lagi”

“tidak… mundur… kau bukan Jyou… kau bukan Jyou……” Miko terus merapatkan tubuhnya ke dinding sambil menahan perih yg terus menganga di pundak kiri nya.

 

“aku Jyou, Miko. Aku Jyou…………………………………” aku mendekatinya dan mencenkram dagunya.

 

“AKU JYOU YG SUDAH MATI KARENA LUKA YG KAU SAYAT DI HATI KU !!!!!!!!!!!!!!!!!!” Miko semakin bergetar mendengar ucapan ku yg biasanya lembut dan gentle menjadi mengerikan seperti ini.

 

“aku yg dulu sudah mati karena luka mu, Miko dan sekarang karena aku mencintai mu aku takkan merasakan luka ini sendirian. Aku ingin berbagi denganmu. Kini kau lah yg akan mati karena luka yg aku perbuat”

 

Aku mengambil pisau lipat yg tersembunyi di kantong celana ku. Ku sentuhkan benda dingin itu ke pipi manis nya yg putih kemerahan. Miko terus memohon padaku agar tidak melakukan nya. Tapi telinga ku seakan sengaja tidak mempedulikan rintihan Miko yg memiris kan. Perlahan ku tekan besi pisau di pipi nya yg kenyal. Ku gores pisau lipat ku ke sepanjang wajah nya. Ku goreskan pisau ku dengan perlahan-lahan agar Miko merasakan sensasi nya. Darah mengucur di tempat aku menggoreskan pisau ku. Airmata terus mengalir dari mata nya.

 

“ternyata wajah mu tetap cantik meski tergores”

 

“Jyou……….hentikan……………………….”

 

“aku tidak mungkin menghetikan nya kan, Miko. Kau juga tau itu…………………………..”

 

“kau bukan Jyou !!!!! KAU BUKAN JYOU !!! SIAPA KAU ??? LEPAS TOPENG MU SEKARANG JUGA !!!!!!” Miko berteriak dengan sisa tenaga nya yg mulai habis.

 

 

Mendengar itu aku kesal. Aku sangat kesal. Dia bahkan tidak menyadari kesalahannya sendiri yg diperbuat pada ku. Ku melayangkan kepalan tangan ku ke pipi nya, membuat nya tersungkur menghantam tanah dengan keras. Darah mengalir di pelipis nya.

 

Setelah itu, aku meremas kerah bajunya membuat ku berhadapan dengan wajah nya. Ku tampari wajah nya yg kemayu itu hingga memerah lah ke dua pipi nya. Bibirnya juga meluka dan mengeluarkan darah. Kuusapkan darah nya itu ke sekujur bibirnya, membuat bibir nya lebih merah. Kuambil lagi pisau lipat ku dan menusukan nya ke perut nya.

 

“AAARRRRRGGGHHHHHHHH !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” Miko mengerang sambil memegang perut nya. Aku dengan sigap mengambil lengan nya dan membanting nya ke tembok agar lengan nya itu tidak mengganggu ku. Aku terus menusukan besi dingin pisau itu berulang kali ke perut nya dan sekitar nya.

 

“Jyou… tolong hentikan……”

 

“diam !!!!!!!!”

 

Aku dengan lihai mengukir luka di perut nya dan pinggang nya. Baju ku dan baju Miko banyak bercipratan darah dari luka Miko yg ku perbuat. Aku merasa senang melihat nya merasakan perih yg teramat sangat di perut nya dan pinggang nya. Aneh. Aku mencintai nya, namun ke sangat senang melihat nya sakit.

 

Aku meraih lengan nya yg hanya ada satu-satu nya dan kembali mengukir jalan berdarah di sana. Aku menekan pisau ku sangat dalam hingga urat nadi nya terputus. Darah kembali mengalir. Aku terus menjelajahi tangan nya hingga ke pundak dan leher nya. Tapi aku tidak langsung menuju urat nadi dileher nya. Aku masih ingin melihat nya kesakitan. Ku lingkari leher nya dengan goresan pisau ku tanpa menganai fatal nya. Setelah itu aku turun kebawah. Menyayat dada nya.

 

“maaf Miko, tapi kau harus merelakan nya…………………………..”

 

“tidak… Jyou…… AAAAKKKKKKKKHHHHHHH !!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

 

Percuma………………

Aku telah mengukir pisau ku yg berlumuran darah di sana. Di gumpalan daging putih yg tergantung di dada nya. Darah semakin banyak bercipratan di kemeja dan jas ku. Aku menghentikan aksi ku disana. Miko berlumuran darah dan bertaburan luka fatal di tubuh nya. Aku berdiri di hadapan nya. Menatap nya tanpa ekspresi. Miko menatap ku dengan pandangan khas nya. Sayu dan mendung.

 

“maaf saja Miko. Itu tak berguna lagi……”

 

“Jyou…… mengapa… kau tak bunuh… aku saja……”

 

“kalau kau langsung mati, percuma saja kan. Lagi pula aku menikmati nya…………”

 

Aku kembali mengambil kampak di belakang ku. Miko bergeser mundur dari tempatnya. Dia tau apa yg akan aku perbuat. Menyiksanya dengan kampak ku. Namun usahanya sia-sia. Aku dengan sigap menagkap kakinya dan sekali libas  kudapat satu potong kaki Miko yang disambut jeritan mematikan oleh pemiliknya.

 

“AAAARRRRHHHHHHHHH !!!!!!!!!!!!!!!!” aku tau, Miko betul-betul merasakan ngilu tertembus kapak itu.

 

Bagaimana dagingnya langsung tertembus dan pada saat ujung kapak itu tersangkut diantara tulangnya. Aku membanting, bantingkan kapakku hingga tulang itu begitu nyeri karena pecah.

 

“Jyou ku mohon…… hentikan…… aku mencintai mu……”

 

“mencintai ku ??? MENCINTAI KU ???!!!!! yg kau sebut mencintai ku hanyalah PENYIKSAAN BATIN YG KAU PERBUAT PADA KU !!!!!!!!!!!” aku benar-benar kalap saat itu dan kembali melayang kan kepalan tangan ku ke wajah nya yg sudah hampir hancur.

 

“kau tak mengerti………………”

 

“DIAM !!!!! TENTU AKU MENGERTI, JALANG !!!!!!!!!” aku mengangkat kepala Miko dan kembali membanting nya ke tanah. Darah mengucur di pelipis nya lagi.

 

“selama ini kau kira aku tak tau ???. Aku memaafkan mu, tapi kau benar-benar keterlaluan dengan melakukan nya dengan Naoto !!!! ADIK KU SENDIRI !!!!” ku tampar lagi wajah nya. Miko menunduk, tak menjawab. Dia benar-benar tak tau ingin menjawab apa. Semua yg kukatakan tepat pada sasaran. Air mata nya deras mengalir di mata nya.

 

Aku semaki kesal melihat wajah bersalah nya. Wajah yg baru merasa bersalah. Ku mengganti kampak ku dengan pisau lipat tadi. Kembali ku darat kan besinya di dada nya hingga hilang lah 2 gumpalan daging di dada nya. Darah berhamburan ke sekirar ku hingga wajah ku dan Miko. Miko menjerit melampiaskan rasa sakit nya. Begitu menyiksa. Begitu menyakitkan.

 

Aku mengambil 2 paku sepanjang pensil anak SD yg sudah berkarat. Kutusukan kedua pensil itu di kedua pundak nya.

 

“JYOOU !!!!!!!!!!!!’

 

“bagaimana Miko ??? menyakitkan bukan ??” dengan tanpa perasaan kasihan, ku putar paku berkarat itu. Aku ingin melihat Miko tersiksa. Sama hal nya dengan ku. Setelah itu, kucabut dengan paksa paku itu. Darah kembali bermuncratan.

 

Aku meletakan telapak tangan ku ke dada nya. Tepat dijantung nya. Detak-detak jantung Miko yg perlahan memudar. Aku menatap Miko dalam. Matanya sembab karena air mata yg tak berhenti mengucur dr mata nya. Miko menatap ku. Tatapan itu. Tatapan yg ku benci.

 

“Jyou………aku…………”

 

“sssshhhh………..” aku meletakan jari telunjuk ku di bibir nya. Menyuruh nya tetap pada keterdiaman nya.

 

“aku tau kau meminta ku menghentikan ku. Tenang saja Miko, aku sudah cukup puas…………………..” Miko menatap ku lemas.

 

“tapi itu baru cukup, AKU INGIN SANGAT !!!!!!!” aku menarik pemantik gergaji mesin yg kusimpan tepat di belakang nya sejak pertama. Seketika Miko terbelah menjadi 2. Darah menghambur ke wajah ku. Ku sentuh wajah ku yg te kotori darah merah Miko.

 

“selamat jalan Miko sayang……………….”

 

 

Mally POV’s

 

Kulihat wanita tampan yg ku panggil Jyou itu membawakan semangkuk sup. Sup yg kutunggu sejak tadi. Randy juga, anjing herder peliharaan ku, menunggu sup itu. Dia menggonggong indah saat Jyou membawakan sup special nya.

 

“nah, silahkan cicipi, Mally, Randy”

 

“terima kasih, Jyou-ku”

 

Jyou menaruh sesendok besar sup buatan nya ke mangkuk ku dan juga mangkuk Randy. Randy segera dengan lahap menyantap daging yg ada di dalam sup itu. Jyou duduk di depan mejaku sambil menunjukan gelas berisi anggur, bersulang. Suara denting gelas kami terdengar setelah Jyou mengucapkan kata ‘untuk kita’ dan kubalas dengan kata yg sama. Jyou mempersilah kan ku mencicipi sup buatan nya. Aku mengambil sesendok kecil sup nya.

 

“bagaimana kali ini ???”

 

“wah, lebih baik dari yg kemarin. Kau memang koki yg terbaik Jyou. Lihat, Randy juga menyukai nya”

 

“yg terbaik untuk mu”

 

Aku dan Jyou serempak menoleh kearah Randy yg dengan semangat dan lahap menggigit potongan daging kaki Miko yg di perkecil tangan-tangan lentik Jyou.

 

“dia herder yg riang ya ?”

 

“ya, makadari itu aku menyukai nya”

 

Keadaan hening sekejap.

 

“maaf kan aku Mally. Selama ini aku tak pernah percaya pada mu. Kau yg selalu menginformasikan kelakuan Miko selama ini, tapi aku tak percaya. Dan kali ini aku percaya, bukan Miko, tapi kau Mally” wajah nya terlihat sangat bersalah. Sangat tampan. Menggemaskan. Sangat menarik.

 

“tak apa. Lagipula itu sifat yg biasa ada pada seseorang yg sedang dilanda asmara” aku pura-pura berkutat dengan sup merah ku.

 

“tapi kali ini berbeda. Dia sudah keterlaluan, kini aku benar-benar benci pada nya”

 

“kalau benci, mengapa kau memberi kan sup Miko ini pada ku” aku memasang wajah nakal, membuat nyasemakin tampan saat mengekspresikan wajah seperti itu.

 

“karna aku juga kesal pada mu” dia melipat tangan nya di dada nya.

 

“kesal ?? aku…… membuat ku marah ???” aku bertanya polos.

 

“ya, aku kesal. Karena kau tak mengungkapkan perasaan mu lebih dahulu sebelum Miko”

 

“oh begitu, kalau begitu aku minta maaf kalau begitu. Aku membuat mu menunggu” aku menyatukan kedua tangan ku diatas kepala ku.

 

“sudahlah tak apa”

 

Aku berjalan menuju kursi nya dan duduk diatas mejanya. Aku menatap nya dalam, dia juga menatap ku dalam. Perlahan kueliminasi jarak antara kami. Merendahkan tubuhku agar sejajar dengan Jyou. Kucium lembut bibir pucat nya yg indah. Perlahan kurasakan sensasi lidah nya dan lidah ku saat saling bermain di dalam mulut nya. Kutekan dagunya agar membuka mulut nya lebih luas. Jyou melepaskan bibirku dan menatap ku dalam. Sebuah undangan yg menggiurkan. Ku bawa dia ke kamar ku dan berpesta disana.

 

Memang tak pantas untuk ku, yg telah menipunya bercinta dengan nya. Dengan Jyou. Siapa yg tidak akan tahan dengan paras nya yg sangat tampan. Semua lelaki yg dan wanita yg bercinta dengan Miko berada dalam control ku. Kecuali Naoto. Aku kesal dengan Jyou yg tak juga naik darah melihat kebiadaban Miko dengan pion-‘pion’ ku, akhirnya aku menggunakan Naoto. Dan berhasil, sedikit dusta mengubah segalanya. Rencana ku berhasil dan akhirnya wanita tampan ini miliku.

 

 

*************************************

 

 

Jyou tidur disebelah ku dengan pulas. Lucu sekali melihat nya tidur dengan hanya bergelung selimut, yg sebelumnya sangat ‘lahap’ ‘menyantap’ ku tadi malam. Ponsel ku berbunyi. Kuharap ada berita bagus dari para ‘pion’ ku. Ku angkat ponsel ku tanpa membangunkan sang pitri tidur yg tampan.

 

“ada apa ??? kau sudah menyelesaikan semua ????”

 

“sudah nona Mally. Kami sudah menghapus semua jejak nona Jyou. Tak ada jejak sedikit pun, nona Mally”

 

“bagus. Bagaimana dengan Miko dan Naoto”

 

“mayat Miko dan Naoto sudah kami satukan dan kami bakar. Sesuai perintah anda, nona Mally. Sekarang tak ada lagi yg mengganggu nona Mally dan nona Jyou bersama”

 

“kerja bagus. Aku akan menaikan gaji kalian. Selamat pagi” aku menutup ponsel ku dan kembali memeluk pinggang ramping Jyou.

 

Aneh. Biasanya aku selalu menyesal berbohong dengan siapapun. Tapi kali ini. Aku sama sekali tidak pernah dan tidak akan menyesali kebohongan yg telah kuucapkan. Ajaib. Hanya seseorang seperti Jyou yg dapat membuat ku seperti ini. Aku benar-benar menyukai nya yg sangat menarik.

 

Bagaimanapun perjalanan berpuluh-puluh ribu mill dimulai dari satu langkah bukan ????

 

Dan kini aku mendapat kan mu, Jyou. Kau sangat menarik.

 

 

 

OWARI ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

About jkfanfiction

we live in anywhere termasuk di got (maksud lo?)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s